Thursday, March 28, 2013

Supriyadi

Fransiskus Xaverius Suprijadi (lahir di Trenggalek, Jawa Timur, 13 April 1923 – meninggal tahun 2000 adalah pahlawan nasional Indonesia, pemimpin pemberontakan pasukan Pembela Tanah Air (PETA) terhadap pasukan pendudukan Jepang di Blitar pada Februari 1945. Ia ditunjuk sebagai menteri keamanan rakyat pada kabinet pertama Indonesia, Kabinet Presidensial, tapi digantikan oleh Jendral Sudirman pada 20 Oktober 1945 karena Suprijadi tidak pernah muncul. Selepas masa perjuangan kemerdekaan RI, beliau pernah mendampingi Presiden RI Soekarno sebagai pembantu (asisten) bersama dengan rekan seperjuangannya A.H Nasution pada waktu itu. Sekali berdinas di Departemen Pertanian di Jakarta menjabat Kepala Bagian Kepegawaian hingga memasuki usia pensiun.

Pendidikan
Sesudah menamatkan ELS (setingkat Sekolah Dasar), Suprijadi melanjutkan pendidikannya ke MULO (setingkat Sekolah Pertama), kemudian memasuki Sekolah Pamong Praja di Magelang sampai Jepang mendarat di Indonesia. Pada masa pendudukan Jepang, Suprijadi memasuki Sekolah Menengah Tinggi. Sesudahnya, ia mengikuti Latihan Pemuda (Seinendoyo) di Tangerang.

Karier saat pendudukan Jepang
Pada bulan Oktober 1943, Jepang membentuk Tentara Pembela Tanah Air (PETA). PETA dibentuk dengan tujuan untuk memberikan latihan kemiliteran kepada pemuda-pemuda Indonesia. Mereka selanjutnya akan dipakai untuk membantu Jepang menahan serbuan sekutu. Tetapi, tokoh-tokoh pergerakan nasional berhasil menanamkan perasaan kebangsaan di kalangan pemuda-pemuda tersebut. Supriyadi diangkat menjadi Shondanco (Komandan Peleton) Peta

Asal mula perlawanan
Suprijadi mengikuti pendidikan peta dan sesudah itu diangkat menjadi Shodanco di Blitar.Ia sering bertugas mengawasi para romusha membuat benteng-benteng pertahanan dipantai selatan.Ia menyaksikan bagaimana sengsaranya para romusya.Makanan kurang dan kesehatan tidak terjamin.Banyak diantaranya yang meninggal dunia karena sakit.Suprijadi tidak tahan melihat keadaan itu.Dengan beberapa orang temanya,ia merencanakan pemberontakan melawan jepang.Walaupun menyadari bahwa waktu itu Jepang sangat kuat,namun ia tetap berniat untuk melakukan perlawanan.

Pemberontakan terhadap Jepang
Pemberontakan dilancarkan dini hari tanggal 14 Februari 1945,di Daidan, Blitar.Jepang sangat terkejut mendengar perlawanan tersebut.Mereka mengerahkan kekuatan yang besar untuk menangkap anggota-anggota pasukan Peta Blitar.Selain itu,dilakukan pula siasat membujuk beberapa tokoh pemberontak.karena kurang pengalaman dan kekuatan tidak seimbang pemberontakan itu ditindas Jepang.Tokoh-tokoh pemberontak yang tertangkap,diadili dalam mahkamah militer Jepang.Ada yang dihukum mati dan ada pula yang dipenjara. Suprijadi tidak ikut diadili,bahkan namanya tidak disebutkan dalam sidang pengadilan. Supriyadi dinyatakan hilang dan tidak pernah hadir dlam sidang pengadilan.Dikarenakan Supriyadi masih menjadi target teror agen-agen tentara sekutu (NICA) sehingga sering bersembunyi dikaki bukit di kota kelahirannya, Trenggalek,Jawa Timur

Pak Harto


Soeharto adalah Presiden kedua Republik Indonesia. Beliau lahir di Kemusuk, Yogyakarta, tanggal 8 Juni 1921. Bapaknya bernama Kertosudiro seorang petani yang juga sebagai pembantu lurah dalam pengairan sawah desa, sedangkan ibunya bernama Sukirah.

Soeharto masuk sekolah tatkala berusia delapan tahun, tetapi sering pindah. Semula disekolahkan di Sekolah Desa (SD) Puluhan, Godean. Lalu pindah ke SD Pedes, lantaran ibunya dan suaminya, Pak Pramono pindah rumah, ke Kemusuk Kidul. Namun, Pak Kertosudiro lantas memindahkannya ke Wuryantoro. Soeharto dititipkan di rumah adik perempuannya yang menikah dengan Prawirowihardjo, seorang mantri tani.



Sampai akhirnya terpilih menjadi prajurit teladan di Sekolah Bintara, Gombong, Jawa Tengah pada tahun 1941. Beliau resmi menjadi anggota TNI pada 5 Oktober 1945. Pada tahun 1947, Soeharto menikah dengan Siti Hartinah seorang anak pegawai Mangkunegaran.

Perkawinan Letkol Soeharto dan Siti Hartinah dilangsungkan tanggal 26 Desember 1947 di Solo. Waktu itu usia Soeharto 26 tahun dan Hartinah 24 tahun. Mereka dikaruniai enam putra dan putri; Siti Hardiyanti Hastuti, Sigit Harjojudanto, Bambang Trihatmodjo, Siti Hediati Herijadi, Hutomo Mandala Putra dan Siti Hutami Endang Adiningsih.

Jenderal Besar H.M. Soeharto telah menapaki perjalanan panjang di dalam karir militer dan politiknya. Di kemiliteran, Pak Harto memulainya dari pangkat sersan tentara KNIL, kemudian komandan PETA, komandan resimen dengan pangkat Mayor dan komandan batalyon berpangkat Letnan Kolonel.

Pada tahun 1949, dia berhasil memimpin pasukannya merebut kembali kota Yogyakarta dari tangan penjajah Belanda saat itu. Beliau juga pernah menjadi Pengawal Panglima Besar Sudirman. Selain itu juga pernah menjadi Panglima Mandala (pembebasan Irian Barat).

Tanggal 1 Oktober 1965, meletus G-30-S/PKI. Soeharto mengambil alih pimpinan Angkatan Darat. Selain dikukuhkan sebagai Pangad, Jenderal Soeharto ditunjuk sebagai Pangkopkamtib oleh Presiden Soekarno. Bulan Maret 1966, Jenderal Soeharto menerima Surat Perintah 11 Maret dari Presiden Soekarno. Tugasnya, mengembalikan keamanan dan ketertiban serta mengamankan ajaran-ajaran Pemimpin Besar Revolusi Bung Karno.

Karena situasi politik yang memburuk setelah meletusnya G-30-S/PKI, Sidang Istimewa MPRS, Maret 1967, menunjuk Pak Harto sebagai Pejabat Presiden, dikukuhkan selaku Presiden RI Kedua, Maret 1968. Pak Harto memerintah lebih dari tiga dasa warsa lewat enam kali Pemilu, sampai ia mengundurkan diri, 21 Mei 1998.

residen RI Kedua HM Soeharto wafat pada pukul 13.10 WIB Minggu, 27 Januari 2008. Jenderal Besar yang oleh MPR dianugerahi penghormatan sebagai Bapak Pembangunan Nasional, itu meninggal dalam usia 87 tahun setelah dirawat selama 24 hari (sejak 4 sampai 27 Januari 2008) di Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP), Jakarta.

Berita wafatnya Pak Harto pertama kali diinformasikan Kapolsek Kebayoran Baru, Kompol. Dicky Sonandi, di Jakarta, Minggu (27/1). Kemudian secara resmi Tim Dokter Kepresidenan menyampaikan siaran pers tentang wafatnya Pak Harto tepat pukul 13.10 WIB Minggu, 27 Januari 2008 di RSPP Jakarta akibat kegagalan multi organ.

Kemudian sekira pukul 14.40, jenazah mantan Presiden Soeharto diberangkatkan dari RSPP menuju kediaman di Jalan Cendana nomor 8, Menteng, Jakarta. Ambulan yang mengusung jenazah Pak Harto diiringi sejumlah kendaraan keluarga dan kerabat serta pengawal. Sejumlah wartawan merangsek mendekat ketika iring-iringan kendaraan itu bergerak menuju Jalan Cendana,mengakibatkan seorang wartawati televisi tertabrak.

Di sepanjang jalan Tanjung dan Jalan Cendana ribuan masyarakat menyambut kedatangan iringan kendaraan yang membawa jenazah Pak Harto. Isak tangis warga pecah begitu rangkaian kendaraan yang membawa jenazah mantan Presiden Soeharto memasuki Jalan Cendana, sekira pukul 14.55, Minggu (27/1).

Seementara itu, Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono didampingi Wakil Presiden Jusuf Kalla dan sejumlah menteri yang tengah mengikuti rapat kabinet terbatas tentang ketahanan pangan, menyempatkan mengadakan jumpa pers selama 3 menit dan 28 detik di Kantor Presiden, Jakarta, Minggu (27/1). Presiden menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas wafatnya mantan Presiden RI Kedua Haji Muhammad Soeharto. 

Che Guevera


Che Guevera . Terlahir dengan nama Ernesto Guevera de la Serna pada 14 Juli 1928 di Rosario, Argentina.  Ia adalah anak pertama dari pasangan Ernesto Guevera Lynch, seorang insinyur sipil, dan Celia de la Serna. Semula keluarganya tinggal di Buenos Aires, namun  karena Ernesto kecil terkena  asma yang parah membuat keluarnya memutuskan  pindah ke Alta Gracia dengan alasan akan membuat kondisi badan Ernesto kecil sehat bila berada di lingkungan pedesaan. Keluarga Geuvera merupakan keluarga besar dari golongan kelas menengah atas yang berpandangan liberal, bahkan radikal. Ernesto Guevera Lynch adalah seorang anti-kependataan, pendukung pihak  Republik pada waktu Perang Saudara Spanyol, pendukung Sekutu pada waktu perang dunia II, dan sangat anti rezim Peron.
Pada tahun 1948 Guevera masuk Universitas Buenos Aires untuk mempelajari kedokteran. Guevera muda memiliki minat yang tinggi dalam sastra, olahraga (walaupun sebenarnya menderita asma, ini membuat tidak memenuhi syarat untuk masuk dinas militer), petulangan. Ketertarikan pada petulangan dibuktikannya dengan melakukan perjalanan sepanjang 4000 mil dengan sepeda motor keliling Argentina . selanjtnya melakukan perjalanan keliling Amerika selatan bersama temannya Alberto Granado yang merupakan kakak kelasnya dan punya spesialisasi di leprologi. Perjalanan-perjalanan tersebut dilakukan antara tahun n1950-1952.
Pada tahun 1953 Guvera berhasil mnyelesaikan studinya. Pada tahun ini pula ia memeulai perjalanan keliling Amerika Latin. Di Bolivia ia menyaksikan mobilisasi buruh dan pergerakan kaum petani setelah terjadi Revolusi Nasional tahun 1952. Ketika berada di Guatemala, Guevera menyaksikan pemerintahan radikal yang dipimpin  Jacob Arbenz digulingkan oleh Castilo Armas yang mendapat dukungan Amerika, dan terpaksa melarikan diri ke Meksiko. Tahun 1954 ketika berada di Meksiko, ia bertemu dengan Fidel Castro dan bergabung dengan kelompoknya yang tengah berencana melakukan invasi ke Kuba. Dan pada tahun ini pulalah ia menikahi gadis Peru berna Hilda Gadea, dan memiliki seorang putri bernama Hildita. Namun baru pada tahun 1956 invasi itu benar-benar dijalankan dengan mengendarai yacht Granma, dan memulai perang grilya melawan diktator Fulgencio Batista. Setelah melakukan perjuangan selama beberapa tahun akhirnya kemenang an dapat mereka raih pada tahun 1959. Dan Geuvera diangkat menjadi Gubernur Bank Nasional dalam pemerintahan Revolusioner Castro. Pada tahun ini ia kembali menikah dengan Aleida March de la Torre, dan dikraunia empat orang anak.  Pada tahun 1961 Guevera diangkat menjadi Menteri Industri.
Pada tahun 1965 Guevera meninggalkan Kuba untuk terlibat langsung dalam perjuangan revolusioner internasonal. Dalam pengembarannya, ia bahkan sampai turut berperang di Kongo. Pada tahun 1966 ia kembali ke Amerika Latin untuk mengorganisasikan sejumlah kelompok geriyawan dengan tujuan memunculkan “duapuluh Vietnam baru”. Setelah beberapa bulan bertempur, akhirnya Guvera tertangkap pada 8 Oktober 1967 di dekat kota Vallegrande dan dihukum mati atas perintah Presiden Barrientos.

Thursday, March 21, 2013

2013


Gak terasa sdah bulan Maret di tahun 2013, yah inilah bulan dimana aq dilahirkan tepatnya tanggal 27 Maret nanti. Maret adalah dimana bulan aq memulai awal hidup, dimana pertama kali aq bernafas dan melihat dunia fana. Maret juga dimana aq memulai start untuk hidup, untuk menjalani garis takdir yang sudah di tentukan-Nya.

Tapi diantara Maret yang lain, Maret di tahun 2013 inilah yang paling berkesan. Bukan karena hal yang membahagiakan,tpi justru karena hal yang sangat mengecewakan. Pada bulan Maret di tahun inilah terjadi beberapa hal yang membuat goyah dan merubah hidup aq. Bulan ini dimana aq mendengar perubahan system yang dilakukan pemerintah, yang berimbas secara langsung pada aq. Serta gagal totalnya rencana yang telah aq susun 2 tahun yang lalu. Yach, semua kegagalan itu terjadi di bulan ini, bulan dimana seharusnya menjadi bulan yang menyenangkan justru malah sangat mengecewakan. (SETANNN!!! , nyumpah dalam hati).

Rencana pemerintah mengganti kurikulum dengan menghapuskan beberapa mata pelajaran termasuk mata pelajaran yang aq ajarkan tentu berdampak pada kelangsungan hidup nanti. Karena dengan begitu maka terancamlah nasib aq sebagai honorer. Tapi sudahlah kalo rezeki toh gak kemana, apalagi nasib manusiakan di tangan Tuhan. Kalo memang Tuhan maunya begitu bisa apalagi, syukur-syukur masih diberi napas. Tapi sebenarnya ntuk masalah kerjaan masih ada harapan, karena mudahan ini hanya sebatas wacana (walau kayanya sudah di matangkan). Seandai terjadi masih bisa berharapkan dari kebijakan sekolah, entah di alihkan jadi guru apa nanti. Semua kembali saya serahkan pada Tuhan. 

Masalah kedua adalah rencana masa depan yang hancur berantakan, ini semua terjadi karena banyak hal-hal mengejutkan yang menjadi batu halangan. Sehingga rencana yang telah tersusun dengan matang selama dua tahun bisa hancur berantakan dalam tempo dua minggu. Perbedaan dan keaadaan membuat semua semakin meruncing dan akhirnya berujung perpisahan dan menjadi permusuhan. Tapi inipun kembali karena Tuhan yang menginginkan, karena memang semua sudah di gariskan-Nya.

Hmmm…. Dari tadi koq kayanya dari tulisan aq selalu menyalahkan Tuhan. Ya harus gimana lagi, bukan garis hidup seseorang orang sudah ditentukan semenjak sebelum dia dilahirkan. Terus ada yang bilang, bila sebelum lahir Tuhan sudah menyakan apa kita sanggup hidup dengan takdir demikian. Bila kita berkata sanggup, maka kita pun dilahirkan. Duch, ternyata aq memang dari rahim sudah oon yach. Kenapa mau coba punya takdir begini. Ckckckckckc…

Pernahkan juga dengar siraman rohani, katanya dengan sabar, usaha dan doa semua pasti di kabulkan Tuhan. Ea lah dia bisa ngomong gitu, dia kan memang digariskan jadi orang kaya nanti. Apa lagi sekarang dia sudah banyak usaha besar, malah kalo gak salah istri aja sudah dua (ne baru orang hebat). Pada kalo diliat banyak yang melakukan hal serupa seperti tapi tetap menderita, malah sampai ada yang mati, kenapa? Karena memang sudah takdirnya begitu jadi mau bagaimanapun hasilnya ya tetap begitu. Seperti seorang akator yang memerankan peran, dengan sedikit improvisasi, toh endingnya harus tetap sesuai dengan naskah. Betul gak??????????

Dalam hidup ini ada 7 hal yang tidak bisa kita ubah. Yaitu:

1. Jenis kelamin
Memang ada operasi untuk mengubah kelamin. Tapi tidak bisa mengubah roh (spirit) orang yang bersangkutan. Terimalah dirimu, apakah engkau wanita ataupun pria. Act like a woman/man!!

2. Orang tua.
Tidak ada yang bisa memilih dilahirkan oleh orang tua yang mana. So, you must respect your parents!! Apakah orang tuamu seorang pemabuk, penjudi, pelacur sekalipun, you must respect them!! Kalau tidak, itu akan terjadi dalam kehidupanmu nanti. Your kids won't respect you, is it terrible?

3. Hari kelahiran.
Sudah ditetapkan oleh Tuhan, sebelum dunia dijadikan. Amazing ha? But it's true. Jangan menyesali, mengapa engkau harus lahir ke dunia tapi disia-siakan oleh orang yang kau kasihi. Tuhan punya tujuan untukmu.

4. Bentuk Fisik
Kalau engkau keriting, yah keriting aja. Kalau hidungmu pesek, terima itu. Saya banyak melihat orang yang mengubah bentuk wajahnya, apakah itu memancungkan hidung, alis matanya dicukur habis, dll, jadi kelihatan aneh dan tidak natural.

5. Masa lalu.
Ini juga sudah ditetapkan oleh Tuhan. Jangan melihat ke belakang.  karena itu hanya membuat engkau "frozen" - can not do anything! Look at the future and see how good it is.

6. Kedudukan
dalam keluarga. Apakah engkau anak bungsu, sulung, atau tengah, you can not change it. Nikmati sajalah.

7. Suku bangsa/ras.
Menyesal jadi orang Indonesia yang terus menerus dilanda kesulitan? Atau menyesal jadi orang Batak yang kalau menikah perlu upacara adat yang walahhhh mahal dan lama? Atau jadi orang Cina yang suka ditindas dan diintimidasi? hmmm.....
Nah, sekarang ubah cara berpikirmu. Tuhan sudah menetapkan engkau di bangsa ini untuk satu tujuan. So, do the best in your job, loyal, jangan korupsi, itu sudah menolong untuk memperbaiki bangsa kita ini.
Itulah 7 hal yang tidak bisa kita ubah. Kalaupun ada yang kita bisa ubah, misalnya: bentuk fisik, itu akan membawa kita ke dalam situasi yang tidak pernah puas. Selalu ingin ubah penampilan terus. Capek kan? Terimalah dirimu apa adanya, seperti Tuhan menerimamu. Memang dunia melihat rupa, tapi Tuhan melihat hati. Apa yang kau lakukan setiap hari itu lebih penting dari penampilanmu. Bukan berarti kau bisa berpenampilan seenaknya, tidak!! Tapi engkau harus menerima apa yang sudah Tuhan berikan padamu. Kulitmu yang hitam (manis), hidungmu yang kurang mancung, rambut yang lurus, kurang tinggi, dll, dsb deh.

Si Jaya

Siapa jaya? Dia adalah bukan siapa-siapa. Separuh dari hidupnya dilalui dengan segala macam cobaan, himpitan dan kesulitan.  Setiap hari dilalui dengan rasa sakit, kebencian pada dirinya sendiri. Bahkan tiap kali Dia membuka matanya di pagi hari, selalu terbesit pertanyaan-pertanyaan yang sama. ‘Apa yang bisa kulakukan hari ini? hari ini kah saatnya aku mati?’. Dengan keadaan yang demikian, tidak heran jika Dia pun mencari pelarian yang justru membuat semakin jatuh kedalam masalah. 

Bagi orang seperti Jaya, kesepian adalah teman yang setia, dan ditengah rasa kesepian itu entah berapa kali rasa ingin mengakhiri hidupnya muncul. Tapi entah mengapa, rencana itu selalu gagal. Seolah Tuhan masih ingin menambah kesengsaraan untuknya, atau justru Tuhan ingin memberikan akhir yang indah di akhir hidupnya.  

Waktu terus berputar, kini tak terasa dia duduk dibangku SMA. Rasa bencinya pada dirinya semakin subur tumbuh didalam hatinya. Dan membuatnya semakin tenggelam dengan manis dan harumnya kesesatan dunia. Sedikit pun tak ada rasa takut akan dosa yang setiap hari dia sisihkan, yang akan membimbingnya masuk ke Neraka.

Kedekatannya dengan teman satu SMP nya telah memberikan sedikit sinar akan siapa dirinya. “Kamu berarti, semua orang memiliki kelebihan dan kekurangan. Ada yang dapat dilakukan dan ada pula yang tidak dapat dilakukan.  Dan lagi, bila diliat dari luar kamu seperti gak punya beban hidup. Terkadang kamu bisa bikin orang  tersenyum. Kenapa gak setiap hari hari kamu gitu”. Sejak itu Jaya sadar. Dia pun telah bosan menjadi orang yang tak berarti, setidaknya itu yang dia rasakan saat ini. Perhatiaan dan kasih sayang diberikannya benar-benar telah memberikan satu nyawa bagi Jaya.

Ada pertemuan pasti ada perpisahan. Kini perayaan kenaikan kelas justru menjadi pertemuan terakhirnya Jaya dengan Gadis itu. Karena sejak itu Jaya tidak pernah melihat gadis itu lagi. Walaupun kini sendiri, Jaya tetap berusa menjadi orang berarti. Terkadang rotasi waktu membawa Jaya kembali ke masa lalunya, apalagi kini teman yang memberikan penerangan untuknya telah tak ada. Seolah merasa kosong dan hampa, tanpa sadar Jaya kini perlahan mulai hampir kembali menjadi Jaya yang dulu. Tapi dengan sedikit keyakinan yang masih tersisa Jaya terberusaha menjadi orang berarti, kalo bukan untuk dirinya. Setidaknya untuk orang lain.

My Experience Session II

Kaya biasa aku menghabiskan waktu untyuk nongkrong di ponsel (maklum jadi penjaga ponsel, Alhamdulillah dapat kerjaan). Dan seperti biasa juga aku cuma melamun kalo gak terlalu banyak konsumen. Lagi enak – enaknya melamun taunya ada orang mau isi lagu. Sebenarnya dah biasa ada orang isi lagu, tapi yang bikin beda adalah yang mau isi lagu itu teman waktu masih SD ku dulu. Gak terlalu akrab sich, soalnya dia satu generasi dibawah ku. Jadi apapun yang dilakukannya pasti duplikasi dari apa yang pernah kami lakukan sebelumnya digenerasi kami.

Cukup lama kami ngobrol, lumayanlah, itung- itung reuni masa lalu. Katanya gak bisa lama,soalnya ada yang mau dikerjakan. Dari obralan yang sebentar dapat membuat kembali melayang kemasa lalu. Masa dimana aku belum mau tau tentang baik buruknya sesuatu, tentang apa itu dosa, dan apa itu karma. Yang tau hanya lah ’Apa yang kulakukan hari ini akan berkhir hari ini, dan tak bersambung dikemudian hari, termasuk tanggung jawabnya di kehidupan yang lain’. Bukan berarti sekarang aku menjadi orang suci, yang tiap hari cium sejadah. Setidaknya aku telah berubah, yang kulakukan sekarang gak pernah merugikan orang lain (setidaknya itu lah yang kurasakan, gak tau benar apa gaknya). Dulu aku melakukan banyak hal – hal yang selain merugikan diri sendiri juga merugikan orang lain. Bagaimana gak merugikan orang lain, kalo tiap hari kerjanya pinajam barang orang tanpa permisi yang punya. Mau begadang tapi gak punya modal, kepaksa dah membeli ubi atau jagung orang yang ada tanpa repot-repot harus bayar. Yach..istilah kerennya manfaatkan SDA yang tersedia.

Dan ternyata malam ini benar-benar menjadi ajang reuni dan sharing. Dari pengakuannya dia bilang kalo pernah hampir ketangkap waktu mau nyewa ayam orang. Soalnya dia langsung lari sekencang-kencangnya tanpa sempat pamitan sama si calon korban. Tapi, ternyata dari kelompoknya ada yang ketangkap satu dan tentunya nasibnya sama seperti maling-maling kelas teri lainnya, mendapat kejutan dan ucapan terimakasih dari sang mpu-nya ayam. Besoknya tim introgasi langsung datang kerumahnya teman yang ketangkap, ngecek dia ngaku apa gak siapa aja teman dinasnya. Dan seperti sudah menjadi tradisi kami, mulut terkunci walau air mata berlinang di pipi (pengalaman pribadi ini, habis dah kena semprot kena pukul, pokonya banyak dah). Pas ditanya lagi “kenapa gak langsung lari”? si yang ketangkep tadi bilang gini “aku lagi usaha mekap mulut ayam sambil lari, taunya malah masih bisa teriak-teriak ayamnya. Langsung ketahuan dah, dikejar rame-rame terus ketangkap. Ya langsung dah rasa di dalam adonan”.

Sebenarnya masih banyak kisah-kisah yang kami bahas malam itu. Yang pasti di akhir cerita hanya penyesalan yang dia bilang (itu pun terjad ke diriku). Ya, petulangan dan cerita-cerita kebersamaan yang kami lalui selama ini memerlukan pengorbanan yang sangat besar. Sekolah kami jadi gak beres, uang kami habis untuk foya-foya, dan dosa-dosa pun seolah menjadi hal maya. “ liat aku sekarang, nganggur, gak ada pekerjaan. Kayapa mau kerja, Cuma lulusan SD. SMP berenti, eh…dikeluarkan apa berenti? Sudah lupa aku…” katanya setengah menggerutu. Aku tersenyum mendengar ucapannya. Tiba-tiba seprti teringat sesuatu dia langsung bergegas berdiri dan pamit pulang, “ sori bos, lain kali aku kesini lagi. Ada kesibukan hari ini, biasa demi sesuap nasi”. Aku pun memakluminya, sambila menganggukdan tersenyum…………

My Experience

Wuih….. kalo tidur memang gak terasa. Padahal Aku tidur tadi mulai, jam 10 pagi. Dan rasanya tadi malam juga gak begadang. Tapi gak tau kenapa Aku jadi telat bangun, padahal jam 2 siang ini Aku ada kuliah. Dan sekarang sudah jam 3. Mana hari ini  Dosennya bukan Dosen yang kemaren, gak tau kenapa. Kemarin sich Dosen baek banget, tapi yang baru ini gak tau dah.  Daripada baru masuk langsung pulang, Aku milih masuk kelas yang session B. Bukan sok rajin, tapi gimana lagi kalo sering gak masuk nanti takutnya kalau nilainya jelek gak ada yang bisa bantu.

Sampai kampus Aku langsung nuju kelas. Disitu Aku liat Dosen nya kayaknya gak killer. Aku langsung minta izin. “Bu, saya tadi kelas A. Hari ini saya minta izin untuk masuk kelas B”, kata Ku dengan  pelan dan ekspresi memelas.  oh, tidak apa-apa,” kata Bu Dosen. “ Ibu gimana kalo seterusnya saya masuk di kelas B” pinta Ku lagi. “ Tidak masalah, selama Dosennya masih saya” jawab Bu Dosen. Asik nich, minggu depan jadi gak perlu berangkat jam 2 siang lagi. Bayangkan jam segitu kita harus kuliah, jam-jam itukan jamnya istirahat.

Ketika perkenalan Ibu Eni (ternyata namanya Eni) menggambarkan 4 gambar yang berbeda. Yang pertama kotak, terus segitiga, huruf Z, dan lingkaran. Kami semua diminta memilih satu gambar. Dari sekian mahasiswa, hanya dua gambar yang dipilih. Yaitu kotak dan lingkaran. Setelah diberitau apa makna dibalik masing-masing gambar baru Aku mengerti. Untuk yang memilih kotak itu menandakan orang tersebut ber IQ tinggi (jadi nyesal gak milih kotak). Dan untuk yang milih lingkaran (termasuk Aku), menandakan orang tersebut suka berhayal atau berangan-angan. Hebat, kebetulan atau apa? Aku gak tau. Yang pasti teori ini sesuai dengan kebiasaan Ku. Asik juga ternyata ni kelas, mirip-mirip sama Dosen yang dulu suasananya. Gak terasa jam sudah pindah dari angka 4 ke angka 5.30. Hapaaaa…. 5.30,bentar lagi buka puasa nich. Dan kelas ini belum juga bubar!!!#########!!!!

Yah, namanya juga kehidupan gak selamanya sesuai dengan apa yang kita inginkan……..

Nb : cerita ini bukan fiktif belaka, jika ada kesamaan dengan alur cerita ini berarti  nasib kita sama.

Trik Melawan Cowok Penggoda

“Suit…suit…mau ke mana Neng?” Pernah nggak sih kamu sebagai cewek mendapat godaan seperti ini? Disuitin (emangnya burung?), disapa menggunakan kata-kata yang sepertinya sangat dipaksakan, hingga keluar kata-kata tidak senonoh or dua nonoh. Nah lho.
Mungkin yang beginian kamu alami ketika pulang sekolah dan melewati sekelompok cowok yang nongkrong di pinggir jalan. Bisa juga lagi asyik nunggu bis sekolah or mikrolet yang akan mengantar kamu pulang les. Bahkan ketika disuruh ibumu untuk beli garam di warung sebelah rumah pun nggak lepas dari godaan para cowok iseng. Oya, tempat yang rawan godaan juga buat cewek adalah mal. Di sini banyak penggoda! Ati-ati euy!
Buat kamu yang udah berkerudung en berjilbab pun, godaan itu adakalanya datang tak undang. Meski bisa dibilang skalanya agak sedikit beda dari yang nggak berjilbab. Bentuk godaan bisa berupa basa-basi dengan ‘pura-pura' mengucapkan salam. Hihihi, ini taktik standar cowok usil lho. Yup, trik andalan anak cowok untuk menggoda cewek berkerudung atau yang udah berjilbab.
Hebohnya lagi, dan ini sangat mungkin lho, kalo para cowok usil itu nekatz godoain kita-kita sampe menempuh sentuhan fisik segala. Waduh! Ati-ati deh. Sayangnya, fenomena kayak gini sudah jadi menu sehari-hari kita. Coba deh lihat di sinetron. Isinya kalau nggak cowok yang ngegodain para cewek, ya, anak ceweknya yang keganjenan minta digodain. Walah?

Cowok penggoda=cewek jail?

Nah lho…apa pula ini? Yang cowok kalau ditanya kenapa kok hobi ngegodain cewek yang lewat, jawabnya karena ceweknya pasang aksi minta digoda. Eh, yang cewek nggak mau disalahkan dengan tuduhan pasang aksi minta digoda. Kaum cewek bilang, “Dasar cowoknya aja tuh yang nggak punya iman, pake jelalatan mata segala sabil mulutnya usil godain.” Wah, kalo diterusin bisa jadi mirip-mirip tebakan tentang telor dan ayam. Hehehe, pertanyaan-nya: duluan mana; telor apa ayam? Mbulet!
Sobat muda muslim, sekarang coba dengan kepala dingin kita kupas satu per satu masalah ini. Di sini ada dua pihak yang ingin kita bahas, pihak cowok dan pihak cewek. Ada aksi dan ada reaksi, itu prinsip kimia kan ? Dan dua makhluk berlainan jenis ini memang sudah dari sononya menyimpan energi kimia yang dahsyat. Jadi be carefull aja dalam menyikapi-nya. Kenapa ini bisa terjadi?
Pertama :
 munculnya cowok penggoda bisa jadi merupakan reaksi dari aksi yang diberikan si cewek sendiri. Pernah dengar istilah ‘cowok, godain kita dong'? Nah, kalimat ini populer sejak beberapa tahun yang lalu karena para cewek merasa garing kalo nggak ada cowok yang godain mereka. Gatel!
Atau dengan aksi dalam bentuk lain, yakni tanpa kata-kata (bukan bisu lho). Ada lho cewek yang nekat me- launching bahasa tubuhnya. Mereka sengaja minta digoda kaum cowok. Bisa jadi dari gaya berjalan mere-ka, cara bicara yang dibuat-buat, lirikan mata, atau apa pun yang mengarahkan agar mereka digoda oleh kaum adam. Bahaya!
Belum lagi gaya ber-busananya yang kayaknya kurang kain banget. Jadi asset berharganya malah dipamerin ke mana-mana. Giliran dia yang digodain sama cowok sampe level pelecehan, eh…berkelitnya dengan menga-takan “Tuh cowok emang piktor alias pikiran kotor”, “nggak bermoral” de el el. Waduh!

Kedua: emang sudah dari sononya tuh cowok hobi ngegodain cewek. Bawaannya gatel mulu bila ada cewek di dekatnya cuma dianggurin (dianggurin? Emangnya obat nyamuk?). Jadi biar ceweknya udah nutup aurat hingga rapet sekali pun, tetap aja tuh cowok tipe begini selalu punya celah untuk bisa ngegoda cewek. Ya itu tadi, tidak bisa dengan suitan, dengan ucapan salam pun jadi. Padahal kenal juga nggak. SKSD banget tuh cowok ya? Hehehe...


Biar nggak digoda
Kalau kamu para cewek emang ngerasa sebel digodain cowok, ada tips-tips khusus nih untuk menghindarinya.

Pertama: tundukkan pandanganmu. Tapi ini bukan berarti jalan sambil nunduk terus kayak orang nyari recehan ilang sampe kejentus tiang listrik. Menundukkan pandangan maksudnya mata nggak jelalatan. Mentang-mentang yang godain cakep, kamu jadi enggan berkedip en ridho untuk digodain. Gubraks! Inget lho firman Allah Swt: “Katakanlah kepada mukmin perempuan, hendaklah menundukkan pandangan mereka dan menjaga kehormatan mereka. ….” (QS an-Nuur [24] : 31)

Kedua: kamu yang merasa dirinya cewek, perhatikan gaya berpakaianmu. Dalam Islam ada aturan berbusana khusus bagi cewek ketika keluar rumah yaitu menutup seluruh aurat kecuali muka dan telapak tangan. Lengkap dengan kerudung dan jilbabnya. Allah Swt. berfirman: “Dan janganlah menampakkan perhiasan mereka kecuali apa yang kelihatan dari-padanya...” (QS An- Nuur [24] : 31)
Firman Allah lainnya: “Hai Nabi katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perem-puanmu dan isteri-isteri orang mukmin: “Hendaklah mereka mengu-lurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu.” (QS al-Ahzab [33]: 59)
Perhatikan juga bahwa jilbabmu longgar dan nggak tipis. Jangan kayak lemper, menutup aurat tapi lekuk tubuhmu kelihatan alias seksi. Sama juga boong, Non.

Ketiga: cuekkin. Kalau godaan itu ‘cuma' dengan suitan, atau ucapan-ucapan dan tidak sampai menyentuh fisik, lebih baik kamu cuekkin aja. Soalnya kalo kamu nanggepin, bukannya kapok mereka malah akan semakin menjadi-jadi. Cowok penggoda itu bakal senang kalo godaan mereka ditanggapi atau dijawab. Entah kamu jawabnya dengan ketus, sinis, marah, mencaci-maki, semua itu nggak bikin cowok penggoda jera. Selain kamu akan terlihat nggak bijak karena berjilbab kok maki-maki, secara nggak langsung kamu malah menjatuhkan harga diri kamu sendiri di depan umum. Waspadalah!
Kalo godaan itu di jalan umum dan lebar, kamu lewat saja dan berjalan biasa. Jangan pelan-pelan atau malah berlenggak-lenggok. Kalau itu jalan sempit, usahakan memilih jalan lain untuk menghindari kemungkinan mereka ngegodain kamu. Kalo memang tidak ada jalan alternatif, usahakan jangan sendirian. Cari teman yang searah.
Lagipula, umumnya cowok penggoda tuh akan segan menggoda mereka yang ‘diam' dalam arti nggak nanggepin godaan-godaan mereka. Jadi bukan diam yang ridho dan senang digoda lho. Ketahuan kok itu dari sikap dan ekspresi wajah kamu; mana yang diam tegas bin cuek dengan diamnya senang bin antusias. Kalau udah begini, biasanya cowok penggoda jadi malas godain cewek yang nggak bereaksi sama godaannya. Tapi tentunya setelah kamu mengamalkan trik-trik di atas itu dong.

Munculnya cowok penggoda
Kalo kita cermati, kok bisa sih muncul cowok penggoda yang semakin merajalela di jaman sekarang. Itu tak lain dan tak bukan karena ideologi kapitalisme-sekulerisme yang udah jadi gaya hidup. Sekulerisme emang gak menghiraukan agama untuk mengatur kehidupan. Yang dikejarnya di dunia ini cuma kenikmatan jasadi atau materi semata. ngegodain cewek salah satunya. Kalo itu dianggapnya memberi kepuasan dan kebaha-giaan bagi dirinya, maka akan dilakoninya aja aktivitas sia-sia itu, dengan rasa suka.
Nongkrong di pinggir jalan, di mal-mal, dan di warung-warung sambil gitaran, itu semua kondisi yang paling strategis untuk menggoda cewek-cewek yang lewat. Seakan-akan hidup tanpa beban (atau sebetulnya itu adalah cara mereka untuk menghilangkan beban?).
Maklum aja, bisa jadi udah puluhan surat lamaran kerja dimasukkan tapi tak satu pun yang berhasil. Mau sekolah lagi tak ada biaya. Di rumah mulu juga dimarahi ortu karena cuma jadi pengangguran yang kerjaannya makan dan tidur.
Nah lho, lingkaran kapitalisme jadi momok. Siapa yang kuat dan berduit dia yang akan survive. Dan karena lontang-lantung tanpa kegiatan, jadilah pelampiasan ngegodain cewek yang lewat.
Padahal kalo kita mau lihat bagaimana Islam sebagai the way of life ngatur kehidupan, tipe cowok penggoda nggak bakal muncul. Gimana nggak, kalo sejak awal Islam sudah memberi aturan pergaulan laki-perempuan, cowok-cewek. Yang cowok nggak boleh jelalatan matanya kalo melihat cewek, begitu juga sebaliknya. Catet yoo!
Terus, yang cowok juga diajarkan menjadi laki-laki sejati dalam Islam, sebagai pelindung dan penanggung jawab keselamatan dan harga diri cewek. Suatu ketika di Madinah ada seorang muslimah yang ‘dikerjain' oleh tukang emas di sebuah pasar dengan cara mengkait-kan tali di belakang jilbabnya. Begitu bangun, tersingkap-lah auratnya. Saat itu, sekelompok pemuda Yahudi yang ada di sekitar kejadian mener-tawakan dan melecehkan muslimah itu.
Kebetulan, seorang pemuda muslim melihatnya. Dan ia langsung menikam si tukang emas itu hingga tewas. Para pemuda Yahudi itu nggak terima, lalu mereka mengeroyok pemuda muslim tersebut sampe tewas. Mendengar berita ini, Rasulullah saw. mengeluarkan perintah untuk membu-nuh seluruh Yahudi Bani Qainuqa'. Tapi niat Rasulullah urung, atas lobi Abdullah bin Ubay bin Salul. Sebagai gantinya, Rasulullah saw. mengusir seluruh Yahudi Bani Qainuqa' dari kota Madinah. See , harga diri seorang wanita muslimah begitu tinggi.
Lagipula dalam kehidupan di mana Islam diterapkan sebagai aturan praktis, nggak bakal ada pemuda nongkrong di pinggir jalan yang akhirnya kurang kerjaan godain cewek yang lewat. Karena dalam kehidupan Islam, setiap pemuda memahami jati dirinya sebagai agent of change , pembawa perubahan dunia ke arah yang lebih baik. Mereka akan tersibukkan dengan aktivitas positif di sekolah-sekolah atau majelis-majelis menuntut ilmu, bekerja untuk memenuhi kebutuhannya, berdakwah dan bahkan berjihad. Sehingga gak ada satu menit pun dalam kehidupan pemuda muslim yang terbuang sia-sia dengan kongkow-kongkow di pinggir jalan. Apalagi nyuitin or ngegodain cewek, apalagi muslimah berjilbab yang lewat. Yakinlah!
So , fenomena cowok penggoda bukan sim salabim muncul begitu saja. Tapi lebih merupakan produk dari suatu sistem, yaitu kapitalisme-sekulerisme. Kalo kita pingin memberangus habis kebiasaan buruk ini, tak lain dan tak bukan, berangus sistem yang melahirkannya.
Yup, kita enyahkan sejauh-jauhnya ideologi buatan manusia ini dari kehidupan kita. Ambil Islam saja sebagai the way of life , ideolog, dan pengatur kehidupan. Secara otomatis, budaya cowok penggoda akan lari terbirit-birit dan kita sebagai cewek muslimah akan beraktivitas dengan nyaman tanpa khawatir suitan dan godaan nggak bermutu mampir lagi. Kalau sudah begini, ocre nggak sih melakoni hidup di bawah naungan ideologi Islam? Pasti dong!

#COPAS NE!!!

Untuk seorang ayah

Beliau menjadi ayah saya semenjak kecil (tentu saja), tapi rentang waktu yang lama tak pernah membuat kami akrab. Pertemuan kami hanya sepintas lalu, mungkin karena pkerjaan yang memaksa beliau begitu. Atau mungkin karena saya yang terlalu canggung untuk membaur dengan beliau. Walau begitu saya yakin, beliau tetap menyayangi saya dan saudara kami. Dan beliau pasti tahu, bahwa saya mencintai dan menghormatinya walau dengan cara yang agak berbeda. Saya mengenalnya sebagai sosok yang karakter  keras, mengingat ucapannya bagai titah raja yang pantang dibantah. Tekadang terjadi perbedaan yang membuat kami saling bersengketa, saat dimana ada riak-riak yang membuat keruh hubungan kami. Saat dimana saya merasa paling benar,dan yang lain semua salah. Perbedaan-perbedaan itu pun makin sering terjadi terjadi ketika saya SMA. Saya tau beliau pasti kecewa, bagaimana tidak, ucapan beliau yang tidak pernah dibantah bahkan oleh kakak laki-laki yang tertua. Ketika emosi mulai tinggi, pasti beliau akan beranjak pergi menjauh. Dan saya pun kembali menancapkan sebuah paku kedinding hati beliau. Sering saya  bertanya, mengapa saya sering berontak. Bukankah dulu saya juga seperti lain selalu mengiyakan dan menuruti perintah beliau. Namun ketika SMA mulai beranjak dewasa, entah mengapa semua terasa tidak sama. Rasa ego mulai meninggi, terlebih ketika saya mulai merasa mampu mencari uang sendiri. Sudah sewajarnya bila beliau menganggap saya masih seperti anak yang beliau kenal dulu, masih kecil dan belum mengerti apa-apa. Itu lah yang membuat perbedaan kami semakin meruncing.

Sekarang seiring berjalannya waktu,saya mulai mengerti kenapa beliau berbuat begitu. Bahkan harimau pun tidak akan menyakiti anaknya sendiri, apalagi manusia (setidak itulah keyakinan saya pada orang tua saya, jelas ini tidak berlaku pada semua orang tua. Karena sekarang banyak orang tua yang lebih kejam dari harimau, tega menjual bahkan membunuh atau memperkosa anaknya sendiri). Tidak ada kata terlambat untuk menjadi baik, itulah yang menjadi semangat saya untuk menebus semua kesalahan selama ini. Saya akan berusaha menjadi lebih baik di penghujung usia beliau. Karena di balik kerasnya beliau selama ini, di balik sikap acuh pada kami sebenarnya beliau selalu menyayangi kami dan selalu ingin membuat kami jadi lebih dari beliau. Saya yakin, di sela-sela letihnya beliau sehabis bekerja, beliau selalu menanyakan kabar kami melalui ibu kami. Bila itu kabar baik beliau selalu tersenyum di balik diamnya, dan bila itu kabar buruk beliau selalu menahan tangis di balik karakternya yang keras. Bahkan beliau yang selalu diam dan tak banyak bicara pun akan terlihat yang paling ribut ketika diantara kami ada yang sakit. Dan beliau selalu berdiri paling depan kita di antara kami terancam, beliau selalu menggung dari setiap kesalahan kami dan selalu menunjuk kearah kami kita kami melakukan hal yang membanggakan walau sebenarnya itu semua tidak terlepas dari arahan dan bimbingan beliau. Tak akan pernah cukup hanya jutaan ucapan terimakasih, uang miliaran rupiah, atau ribuan kali sujud di kaki beliau untuk membalas jasa-jasa beliau selama ini……..

Bom untuk siapa??

Reformasi telah lama berlalu, namun efek positifnya hanya sedikit terasa, khususnya bagi kaum menengah kebawah.  Bukankah reformasi merupakan gerakan yang dilakukan untuk mengaubah tatanan kehidupan bangsa yang kata saat itu bobrok agar kembali tujuan awal bangsa kita yang mengutamakan kesejahteraan rakyat. Terlihat masih banyak jerit tangis kesedihan dari anak-anak bangsa, mulai dari kelaparan sampai dengan yang ingin bersekolah namun tidak mampu.  Walaupun orang tua mereka telah berusaha semaksimal mungkin untuk memenuhinya, dengan mengorbankan kepala, tangan, kaki juga pikirannya, mengorbankan tenaga, bahkan nyawa mereka.  Namun semua sia-sia, dan hanya menjadi percuma, karena nasib masih belum memihak mereka.  Dan berakhir sudah impian dari anak-anak bangsa untuk mengejar cita-cita mereka, karena berakhirnya sokongan dari bapak mereka.  Dan terciptalah sebuah generasi yang bodah dan akan terus menjadi korban kemiskinan untuk generasi selanjutnya.

Ditengah kesulitan dari rakyak untuk memenuhi kebutuhan ekonominya, ditengah kepiluan anak bangsa yang kelaparan dan putus sekolah, sebagian dari kita justru memberikan tambahan penderitaan kepada bangsanya sendiri.  Mereka dengan gagahnya telah menyumbangkan tambahan kesengsaraan bagi bangsa kita yang memang sudah sengsara dengan bom-bom dan teror-teror.  Korbanpun berjatuhan, baik yang luka-luka ataupun meninggal dunia.  Mereka berdalih inilah jihad, ini cara menuju syurga, dan inilah cara membalaskan dendam atas kekejian dari kaum kafir (Amerika dan sekutunya) yang telah melakukan tindakan diluar batas-batas kemanusia terhadap umat Muslim di Irak, Afganistan, Palestina, dan dinegara Muslim lainnya.  Kita tau, dan semua mengutuk kekejian mereka dan perasaan ingin membalaskan sakit hati dari saudara-saudara kitapun ada.  

Namun apa mereka tidak tau, kekejian itu tidak terjadi disini. Walaupun dulu bangsa kita pernah mengalami konflik.  Tapi bukankah sudah berakhir, dan sudah seharusnya kita saling memaafkan bukannya melakukan tindakan yang dapat memicu kejadian tersebut muncul kembali.  Karena tindakan yang teror yang mereka lakukan akan menimbulkan dendam dari saudara kita sendiri. Dan warga asing yang sebelumnya mengutuk kekejian mereka pada saudara-saudara, justru berbalik mengutuk kita karena membunuh saudara-saudara mereka.  Kenapa? Karena mereka yang kesini umumnya beranggapan bahwa Indonesia adalah negara yang menjunjung tinggi kemanusian serta toleransi, selain itu mereka yang kesini adalah mereka yang percaya bahwa Islam bukan teroris.  Jika mereka percaya anggapan Islam itu teroris sudah pasti mereka tidak mungkin berani kesini.  Karena mereka pastilah tau, bahwa Indonesia mayoritas penduduknya beragama Islam.  Kita ledakan itu terjadi, maka semakin lunturlah kepercayaan orang kepada bangsa kita. Dan pemimpin negara dari korbanpun pasti akan mengutuk dan berang atas kejadian yang melukai dan membunuh warganya, ini semakin membuat Amerika semakin mudah untuk menghasut mereka agar turut membantai saudara kita disana.  Bila ini terjadi maka semakin sengsaralah saudara kita disana, lalu apa gunanya aksi-aksi bom bunuh diri.  Bila dampaknya tidak langsungnya semakin membuat saudara kita yang disana menderita, dan saudara kita yang disini  terkena dampaknya secara langsung, karena tempat usaha mereka terpaksa merugu karena sepinya pengunjung di daerah wisata akibat rasa trauma dan takut menjadi korban selanjutnya.  Maka semakin banyaklah tercipta generasi yang bodoh dan akan terus menjadi korban kemiskinan untuk generasi selanjutnya.

Bila ingin membalas saudara kita yang d Palestina, kenapa tidak pergi ke kesana.

PIKIRAN CEWEK CANTIK

1.Cewek yang menarik selalu diinginkan oleh banyak pria.
Sadari dan terima bahwa kamu bukan pria pertama yang tertarik dengannya. Dan kamu bukan pria terakhir yang menunjukkan ketertarikan padanya. Terima itu dan jangan jadikan persoalan betapapun banyak pria yang tertarik padanya. Kamu adalah pria yang dahsyat dan setelah membaca buku ini kamu akan semakin tahu bagaimana cara membuat dia tertarik padamu.

2.Kebanyakan cowok terlalu awal menyatakan cinta

Cewek yang menarik didekati oleh ratusan cowok yang ingin menjadi bagian dari kehidupan si cewek. Pria seperti ini berusaha sekeras mungkin dan secepatnya untuk mendapatkan cewek idamannya. Jelas, cewek menganggap itu tidak menarik; dan biasanya berhubungan dengan pria seperti itu tidak akan bertahan lama. Kecuali jika si cewek memutuskan untuk memanfaatkan cowok untuk mendapatkan uang dan koneksi karier.

3. Cowok sering kali berbohong
Di hadapan cewek yang menarik, kebanyakan cowok memainkan peran dengan berpura-pura sebagai pria yang baik; dan berharap cewek terkesan dan menyukai mereka. Cowok sering kali memberikan perlakuan spesial, melakukan semua hal gila untuk membuat cewek terkesan. Hmm, cowok berarti MUNAFIK donk bro. Dan lucunya, karena perilakunya yang terlalu baik itu cowok sering kali mendapatkan penolakan dari cewek. Mengapa? Karena cewek menyadari bahwa cowok:

a.Menganggap cewek lebih berharga dari diri sendiri.

b.Tidak pernah memberikan tantangan pada cewek
c.Membuat cewek tidak nyaman dengan cara membuat agar cewek terkesan dan menyukai cowok.
d.Tidak memahami bagaimana menjalin hubungan dengan cewek.

4. Terlalu baik

Sebagai manusia kita selalu menginginkan apa yang tidak bisa kita miliki; dan kita selalu merasa kurang dengan apa yang telah kita dapatkan. Sesuatu yang gratis dan mudah tersedia tidak akan memberikan perjuangannya. So, jika kamu tetap mencurahkan perhatian dan selalu hadir di hadapan cewek, kamu akan menjadi semakin tidak menarik. Cewek akan mudah menebak ke mana jalan pikiranmu, yang pastinya dia berpikir ada udang di balik batu.

5. Kencani dia

Jika kamu sudah siap untuk dating, maka kamu harus siap untuk terikat secara emosional, jangan bertingkah laku seperti layaknya kamu sudah menikahinya. Dia yang seharusnya semakin ngarep padamu, bukan kamu. Dengan menjadi pria yang tak bisa ditebak, maka kamu akan memperkuat daya tarik di hadapan cewekmu.

6. Jalani kehidupanmu yang sibuk

Jangan berhenti dan menyerahkan apapun agar kamu tetap bersamanya. Jika kamu sering membatalkan rencana hidupmu hanya untuk menghabiskan waktu bersama cewek; maka kamu akan semakin kehilangan waktu untuk membuat kehidupanmu semakin menarik. Tentunya hal yang sangat membosankan jika kamu berdua bertemu setiap hari. Ingat, seseorang yang berkarisma sangatlah tidak gampang untuk ditemui. Dan pria yang berkarisma mampu membuat keputusan untuk lebih mengurus kehidupannya sendiri daripada mempedulikan kehidupan si cewek. OK, kamu harus punya kehidupan sendiri yang harus kamu prioritaskan dan waktumu lebih valuable. Itulah inti dari kehidupan yang membuat pria semakin menarik di mata cewek. Buatlah cewek lebih menghargai saat-saat bersama dan mempu menerima kesibukan masing-masing; dan jangan sampai nantinya kamu malah merepotkan si cewek.

Kebanyakan cowok memilih untuk menghabiskan waktunya seharian bersama seorang cewek yang disukainya, mengapa demikian? Karena cowok ingin secepatnya memasuki hubungan yang serius dan memastikan bahwa si cewek juga mencintainya dan memastikan si cewek aman dari incaran pria lainnya.


7. Cewek jaman sekarang

Cewek jaman sekarang tidak tergantung lagi pada pria dalam bertahan hidup. Mereka juga bisa mencari kerja, menjalani aktivitas sosial tanpa perlu dukungan dari pria. Sebagai akibatnya, cewek menjadi lebih kuat. So, mulai sekarang, marilah kita mulai untuk menjadi pria yang diinginkan cewek-cewek jaman sekarang.



Tuesday, March 19, 2013

Jangan di tiru

Entah apa yang membuat saya berpikir seperti ini, yang pasti ini bukan suatu ajakan ataupun hasutan. Dan saya pun masih meyakini bila pikiran saya ini tidaklah benar.
Siapa pun pasti pernah mendengar bahwa Tuhan memiliki sifat Pengasih dan Penyayang, tapi mengapa banyak sekali kejadian yang sangat bertolak belakang dari kata-kata tersebut. Hampir dimana-mana terjadi bencana-bencana. Baik itu yang langsung bersifat dari alam atau karena tangan kotor manusia, seperti kelaparan, bencana alam, peperangan, pembantaian, kekeringan dsb. Dimana sifat Pengasih dan Penyayang yang dimiliki oleh Tuhan. Apakah Dia iba melihat ciptaanya menderita. Tuhan murka karena dosa manusia, tapi mengapa yang tidak berdosa pun turut menanggung akibatnya, seperti anak kecil atau bayi. Ketika melihat bencana banjir atau longsor, pasti kita tau ini merupakan dosa dari manusia itu sendiri. Tapi kenapa bukan hanya manusia-manusia yang kotor itu saja yang  mendapat murkanya, kenapa orang-orang yang tidak berdosa pun ikut menanggung akibatnya. Bukankah Tuhan memiliki kemampuan untuk itu. Ketika terjadi perang, kenapa Tuhan tidak membuat hanya orang yang berseteru itu saja yang dapat terluka oleh peluru. Sehingga anak-anak dan orang yang tidak terlibat tidak ikut menjadi korban. Bukankah Tuhan juga memliki kemampuan untuk itu. Bukahkah Tuhan itu Maha, dapat melakukan apapun. Kanapa tidak melindungi Makhluk-makhluk Nya yang tidak berdosa.
Ini membuat saya berpikir, apakah Tuhan tidak peduli dengan makhluk Nya di bumi, ketika ada yang lalai maka semua menanggung akibatnya. Bukankah adil bukan berarti harus sama rata sama rasa.
Tulisan saya ini bukan untuk menimbulkan sifat pemurtadan atau pun hal-hal buruk lainnya. Hanya merupakan sebuah keluhan dari hati yang tidak bisa terjawabkan. Andaikan anda merasa tulisan ini kurang berkenan maka saya ingin anda membantu saya untuk mendapatkan jawaban yang terbaik.

Yang Terlupakan...

Yang terlupakan dari perhatian kita tentang Islam ternyata banyak banget euy. Energi kita lebih banyak digunakan untuk memperhatikan masalah lain, hingga akhirnya lupa ama Islam.
Kalo bicara keimanan, kita selalu mudah nyetel dengan daftar yang disusun dalam rukun iman yang enam itu. Mulut kita hapal banget menyebutkan susunan rukun iman, tanpa teks lagi. Sayangnya, kita seringkali merasa puas bahkan pede abis dan merasa udah jadi muslim beneran. Nggak salah-salah amat sih, cuma kita belum optimal aja belajar Islam dan terikat dengan ajarannya. Iya, pernah nggak kamu berpikir kalo kamu ngaku beriman, dan juga apal dengan daftar rukun iman itu, terus kamu ngelakuin perbuatan sesuai perintah Allah dan Rasul-Nya? Soalnya, keimanan itu nggak cukup terucap di bibir, tapi kudu ada amalnya. Betul apa betul?
Nah, itu salah satu yang terlupakan dari kita semua tentang keimanan. Ngakunya beriman, tapi kelakuannya malah identik banget dengan pembangkangan. Ada seorang penyanyi dangdut yang saya lihat di acara infotainment di salah satu televisi swasta berkomentar tentang keimanan. Iya, dengan pede (atau emang nggak ngerti?) menyebutkan percaya banget dengan saudaranya, yang juga penyanyi dangdut dengan menyebutkan, “Saya yakin deh dengan kakak saya itu. Dia adalah tipe kakak yang penyayang, baik hati, dan saya akui deh keimanannya yang bagus itu.” Wacks?
Nggak salah? Tapi begitulah anggapan sebagian besar masyarakat kita. Kalo sholat udah getol dilakuin, kalo puasa Ramadhan nggak pernah absen, dan juga perbuatan lain yang bagus-bagus menurut ukurannya, lalu disebut udah beriman. Meski apa yang dilakukannya justru bertentangan dengan sifat orang yang beriman. Banyak maksiatnya!
Yang lebih lucu dan menggelikan ada juga. Salah satunya adegan dalam salah satu serial SICS (Sinema Indonesia Crime Story) yang ditayangkan Lativi. Kalo nggak salah tuh cerita judulnya “Pahitnya Jari Manis”. Waktu itu Iwan, yang diperankan Tengku Firmansyah yang terjerumus ke dunia hitam, ibunya sakit. Masuk RS dan hendak dioperasi karena gawatnya penyakit yang diderita ibunya itu. Tapi, doi nggak punya duit. Pas cerita ke bosnya, yang diperankan Andre Stinky, sang bos dunia hitam ini punya ide untuk melakukan perampokan. Hasilnya, bakalan dipake untuk membiayai operasi ibunya Iwan. Apalagi hal itu diamini sama Toni, teman satu gengnya. Akhirnya, mereka tega merampok bahkan membunuh orang lain, untuk menyelamatkan ibu dari temannya itu. Gubrak!
Kedengarannya memang ganjil banget, tapi begitulah kehidupan saat ini. Padahal dalam Islam, berbuat kebaikan tentu kudu dengan cara yang juga diajarkan oleh Allah dan Rasul-Nya. Boleh jadi sangat aneh bin ajaib kalo kita ikhlas mau nolong orang, tapi dengan cara yang sama sekali dilarang dalam ajaran Islam yang udah ditetapkan Allah dan Rasul-Nya.
Dalam kehidupan sehari-hari lainnya juga sering kita jumpai kok. Ada teman remaja yang kejeblos dengan pergaulan bebas, padahal doi ngakunya muslim. Sebagian yang lain asyik berteman dengan minuman keras dan narkoba, padahal nggak sedikit dari mereka berasal dari keluarga muslim yang baik-baik.
Sobat muda muslim, inilah akibat kita memahami Islam setengah-setengah. Kita lupa tentang bab keimanan yang semestinya menjadi bagian penting dalam hidup kita. Emang sih, kita juga nggak menafikan kalo sebagian dari kita menjadi muslim karena ortu dan kerabat kita juga muslim. Proses keimanan kita nyaris sebatas turunan aja. Jadinya nggak terlalu mantep. Padahal, kalo kita memahami Islam dan menjadi muslim melalui proses berpikir yang mendalam, insya Allah akan lebih kuat memegang ajaran Islam. Inilah salah satu yang terlupakan dari kita dalam memahami keimanan.
Oya, kamu tahu kan Salman al-Farisi, sahabat Rasul yang pernah terlunta-lunta untuk menemukan kebenaran yang hakiki dari apa yang ia imani? Sebelumnya, Salman adalah salah satu jamaah kaum penyembah api, yakni Majusi. Kemudian nggak puas, ia mencari agama lain. Masuk Nasrani. Tapi agama itu nggak bikin dia tentrem, bahkan semakin haus akan kebenaran. Singkat kata, ia menempuh perjalanan jauh dari Persia (sekarang Iran) menuju ke Madinah. Beruntung bertemu dengan Rasulullah saw. hingga akhirnya ia memeluk Islam, dan ia konsisten dalam berpegang teguh dengan ajarannya. Sahabat Rasul pencetus ide membuat parit dalam Perang Khandaq ini beriman dengan melalui proses berpikir yang mendalam, sekaligus memahami Islam secara lengkap, nggak setengah-setengah kayak kebanyakan kaum muslimin saat ini. Hasilnya? Ruaarrr biasa…!

Sebatas pengetahuan aja
Sobat muda muslim, yang terlupakan dari Islam lainnya adalah tentang syariat. Wah, kayaknya di bab ini banyak yang butek tuh. Jangankan remajanya, yang udah punya anak remaja aja kayaknya banyak yang nggak ngeh. Suer. Sebab, ngeliat dari gelagatnya dalam beriman dan berislam aja udah bisa menunjukkan kalo kenal Islam cuma sebatas pengetahuan aja. Nggak sampe paham.
Padahal Allah Swt. udah ngasih tahu kalo kita tuh wajib memahami Islam secara utuh, bukan setengah-setengah aja. Boleh dibilang, bukan sekadar sebagai pengetahuan, tapi kudu diamalkan dalam kehidupan. Firman-Nya: “Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam secara keseluruhannya, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu.” (QS al-Baqarah [2]: 208)
Bener lho, sebab kalo kita memeluk Islam secara totalitas, maka nggak ada lagi yang cuma mempelajari Islam sebagai pengetahuan aja. Tapi bakal dipahami, lalu diamalkan. Yup, sebab “tahu” itu belum tentu “paham”. Kalo paham udah pasti tahu dong. Kayak kamu ngerjain soal kimia tentang reaksi redoks (reduksi oksidasi). Nah, kalo kamu paham tentang rule of the game hitung-hitungan pelajaran itu, dikasih modifikasi soal gimana pun insya Allah bisa jawab, termasuk kalo yang ngasih soal salah kamu bisa membenarkan. Beda banget dengan yang cuma tahu doang. Insya Allah nggak bakalan bisa ketika soalnya diutak-atik sedikit sama guru kita. Ujungnya, bingung aja yang menggunung. Waduh!
Ini juga berlaku dalam pengamalan ajaran agama. Bagi kaum muslimin yang udah paham dengan ajaran Islam, maka dia akan merasa tertantang untuk mengetahui segala macam yang berkaitan dengan ajaran agamanya. Udah gitu, dia pahami sebagai pandangan hidup. Kalo udah dipahami sebagai pandangan hidup (baca: ideologi), maka insya Allah dijamin oke banget deh. Sebab, kamu belajar ajaran Islam bukan sekadar untuk pengetahuan, tapi untuk diamalkan. Bahkan akhirnya berusaha untuk mendakwahkan ajaran Islam ini. Kalo udah berani mendakwahkan, berarti nggak ada alasan untuk nyantai dalam hidup ini, juga nggak ada ruang untuk coba-coba berbuat maksiat. Kenapa? karena takut dengan murka Allah.
Sedihnya, kaum muslimin sekarang justru menjadikan Islam sebatas pengetahuan, bahkan banyak di antaranya sebagai status aja. Banyak juga lho teman kita yang begitu. Setulus hati ia mengatakan kalo dirinya adalah muslim, tapi sepenuh hati pula ia lupakan sebagian besar kewajiban yang kudu dilakukannya sebagai seorang muslim.
Coba deh tengok kehidupan remaja sekarang. Aduh, sedih banget ngeliat teman remaja putri yang wara-wiri nggak pake jilbab. Boro-boro jilbab, kerudung aja nggak dipake. Sekalinya ada yang pake, eh, karena ikut tren doang. Banyak teman remaja yang mengejar terus tren kerudung gaul, diulik sampe akhirnya diterapkan dalam kehidupannya. Apalagi kalo itu dipake juga oleh para selebriti. Udah deh, pasti cepat nyebarnya. Tapi teman remaja putri melupakan aturan main dalam Islam soal busana muslimah.
Sobat muda muslim, terlalu banyak yang terlupakan dari ajaran Islam. Sebagian besar dari kita justru masih terjebak antara jahiliyah dan Islam. Ngeliat kehidupan kita saat ini, rasanya kok makin bebas banget ya? Apalagi kalo nonton tayangan televisi yang kian hari kian menunjukkan kedahsyatannya dalam merusak kepribadian Islam kita, para pemirsanya.
          Lebih tragis lagi para pelakunya adalah mereka yang juga mengaku muslim. Sekadar menyebut contoh, tiga orang akhwat, eh, cewek yang berprofesi sebagai penyanyi dangdut menamakan dirinya Bidadut, alias Bidadari Dangdut berusaha menggoyang pemirsa dalam acara Dag Dig Dut. Waduh, kalo ngeliat tayangan itu, udah nggak ada bedanya dengan pentas tarian striptease. Sori ya, soal detilnya saya nggak berani nyebut. Tapi yang pasti vulgar abis deh. Ckckckck…. apa mereka nggak merasa dieksploitasi ya? Mungkin nggak, karena mereka dapet duit dari aksinya. Aduh maaf aja ya, saya nggak tega sih kalo nyebutin mereka mirip pagelaran topeng monyet mah (lho, ini nyebut? Bukan, ini nulis kok hehehehe..)
Terlalu banyak bergaul dengan ideologi selain Islam (dalam hal ini kapitalisme), jelas akan melunturkan, bahkan memupus kepribadian Islam kita. Maklumlah, dengan ‘pengemban dakwah’ mereka yang lebih agresif dalam menyebarkan paham-paham kehidupan khas ideologi tersebut, kita keteteran. Bahkan banyak yang kemudian tergoda menjadi pengamalnya, bahkan pengembannya. Waduh! Padahal Allah Swt. udah mewanti-wanti dalam firman-Nya:  “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu ambil menjadi teman kepercayaanmu orang-orang yang di luar kalanganmu (karena) mereka tidak henti-hentinya (menimbulkan) kemudharatan bagimu. Mereka menyukai apa yang menyusahkan kamu. Telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yang disembunyikan oleh hati mereka lebih besar lagi. Sungguh telah Kami terangkan kepadamu ayat-ayat (Kami), jika kamu memahaminya.” (QS. Ali ‘Imrân [3]: 118).
Oya melupakan Islam sebagai ideologi juga bakalan bisa membuat kita nggak tahan goncangan euy. Sangat boleh jadi malah membuat kita keteteran dan kemudian dijajah. Malah sebagian dari kita nggak ngeh kalo udah dijajah. Ironi banget kan? Ibnu Khaldun mengatakan: “Yang kalah cenderung mengekor yang menang dari segi pakaian, kendaraan, bentuk senjata yang dipakai, malah meniru dalam setiap cara hidup mereka, termasuk dalam masalah ini adalah mengikuti adat istiadat mereka, bidang seni; seperti seni lukis dan seni pahat (patung berhala), baik di dinding-dinding, pabrik-pabrik atau di rumah-rumah.”
Sobat muda muslim, inilah akibat kita melupakan Islam sebagai ideologi. Terus terang aja, banyak di antara kaum muslimin yang nggak ngeh kalo Islam tuh ideologi. Kebanyakan saudara kita cuma mengenal Islam sebagai agama biasa yang subur dengan ibadah ritual belaka. Belum tahu dia... kalo Islam itu adalah sebuah pandangan hidup alias ideologi. Itu sebabnya, Islam sekarang identik dengan wirid melulu.
Akibatnya, kita nggak kenal ajaran Islam secara utuh. Udah gitu, yang diketahui dan dilakuin yang ‘kecil-kecilnya’ aja, sementara yang lebih wajib dilupakan. Nggak salah-salah amat sih di antara kita. Karena emang ini skenario global untuk menjauhkan Islam dari umatnya. Salahnya kita cuma satu, nggak mau belajar Islam secara utuh. Jadinya mudah diobok-obok. Tragis banget kan?
Iya, contoh paling heboh dan hangat adalah kasus terorisme. Ternyata, intelijen dalam negeri dan asing memanfaatkan kebodohan umat Islam. Beberapa orang Islam yang mudah diprovokasi, disuruh nyundut bom. Udah gitu, ditangkep deh. Akhirnya, Islam juga yang dicitrakan buruk. Gaswat!
Oke deh, mulai sekarang kita pahami Islam sebagai sebagai pandangan hidup. Terapkan sebagai ideologi negara di bawah naungan Daulah Islam. Karena selama ini, kita ternyata udah melupakannya. Bangkit euy! ?
#COPAS NE!!