Pernahkah kita
memikirkan apa yang akan terjadi besok, seminggu, sebulan, setahun atau
bertahun-tahun kemudian. Pernahkah kita memikirkannya? Semua kejadian yang akan
terjadi hanya misteri bagi kita,hanya Tuhan yang mengetahuinya karena Tuhan
yang mengatur segalanya. Terus seandainya Tuhan telah mengatur semua yang akan
terjadi esok dan hari-hari kedepan buat apa kita repot-repot melakukan segala
hal, toh semua sudah digariskan. Kita hanya tinggal menjalani takdir yang ada.
Sematang dan sehebat apapun rencana yang kita susun akan hancur berantakan bila
Tuhan tidak mengijinkan. Segiat dan sekeras apapun usaha kita bila Tuhan tak
mengijinkan semua usaha kitapun akan sia-sia dan gagal total. "Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum kecuali kaum itu sendiri yang mengubah apa-apa yang ada pada diri mereka" potongan ayat yang menekan agar kita berusaha, saya tau itu. Tapi pernah
kita tengok sejarah sebentar. Coba ingat kita ingat kembali sejarah
prakemerdekaan kita, ambillah contoh Pahlawan kita semisal Pangeran Antasari, Imam
Bonjol, Pangeran Hasanudin, dan lainya. Mereka yang berjuang dengan rencana
yang matang, dengan tekad keras serta di iringi niat dan dan doa yang tulus
kepada Tuhan toh akhirnya gagal sampai mereka gugur. Ternyata usaha yang keras,
tekad yang bulat, doa kepada Tuhan pun masih belum cukup. Sekarang kita ambil
contoh sekarang, bagaimana masih banyak yang berjuang dengan meneriakan takbir
disetiap perjuangannya masih tetap gagal. Hamper setiap hari dari mereka harus
meregang nyawa demi perjuangannya, baik mereka yang berjuang secara langsung
atau hanya terkena imbasnya, seperti anak-anak, wanita dan manula (untuk contoh
ini marilah kita tengok sodara kita yang jauh d Palestina, Mindanau, Rohingnya
dan masih bnyak d beberapa Negara lainnya).
Sekarang
pertanyaannya,nasib kita ada ditangan Tuhan ataukah ditangan kita sendiri. Bila
benar di tangan Tuhan mengapa setiap usaha yang di iringi doa dan usaha serta
niat yang mulia masih gagal, dimana letak salahnya. Tuhan Maha Penyanyang, saya
tau itu, tapi mengapa masih banyak anak-anak yang harus meregang nyawa tanpa
mereka tau apa sebabnya, bukankah mereka belum berdosa. Tuhan Maha Penyayang,
saya tau itu, tapi mengapa masih banyak wanita diperkosa dan di lecahkan
disana. Mengapa Tuhan tidak menghukum mereka yang berbuat aniaya tersebut. Saya
pernah dengar ada yang berkata, itu semua ujian dan Tuhan tak akan member ujian
diluar batas kemampuan umatnya. Tapi apa harus seberat itu, dan buktinya banyak
di antara mereka yang sampai meninggal karena menanggung beban itu. Entah itu
karena sengaja dibunuh atau mereka yang tidak kuat dan bunuh diri,bila memang
masih dalam batas kemampuan umat tak aka nada kata bunuh diri. Bukankah bunuh
diri adalah jalan keluar dari kegagalan, baik itu dari masalah sosial, ekonomi,
atau asmara.
Cobalah lihat
ikan di tambak atau dikolam, si pemilik melepaskan ikannya di tambak. Disana si
ikan hidup bersama ikan-ikan lainnya. Berusaha mencari makan sendiri dan
terkadang diberi makan oleh sang pemilik. Si ikan akan saling berebut untuk
mencari makan, ada yang mendapat jatah banyak karena lebih gesit dan kuat, ada
juga yang sedikit karena lemah dan payah. Si ikan pun harus berusaha survive
sendiri dari seleksi alam, baik karena penyakit atau karena predator belum
lagi terkadang sang pemilik mengambil
sang ikan untuk dimakan. Mungkin sebenarnya seperti itulah hidup kita, seperti
ikan di kolam hidup. Hanya saja bedanya, pemilik ikan tidak tau kapan dan
bagaimana nasib dari ikan-ikannya besok dan selanjutnya sedangkan Tuhan tau
kapan dan bagaimana nasib kita besok dan selanjutnya.
No comments:
Post a Comment