Aku adalah seorang muslim 100%. Tapi aku gak terlalu rajin ibadah,
malah kalo di ingat banyak bolongnya (jangan ditiru!!!!!!). Bukannya
apa-apa, Cuma sepertinya Aku masih labil. Masih muda, jadi imannya belum
sekuat dan sekokoh teman-teman dari Karang Taruna (??????). Maka gak
heran kalo ada yang bilang Aku Sekuler atau Liberal. Tapi itu salah, Aku
Cuma belum dapat hidayah. Untuk membuka lembaran Religi dalam hidup.
Tapi Aku tetap berharap agar hidayah itu cepat datang.
Aku adalah mahasiswa Sistem Informasi semester 7. Kemampuan Ku
standart, dibilang bego ya gak, mau dibilang pinter masih jauh jauh dari
kenyataan. Sampai 6 semester IP rata-rata Cuma nembus 2,50. Gak
memuaskan memang. Tapi mau apa lagi, takdir sudah berkata demikiaan.
Memang salah sendiri gak mau belajar. Gimana mau belajar, ke kampus aja
modal duduk, dengar terus lupa. Padahal kalo mau belajar, siapapun
pasti mampu. Tapi justru itu masalah terbesar dalam hidup Ku, semangat,
kemauan dan niatnya gak ada. Padahal semangat dan niat itulah kunci
utamanya.
Aku hobby gambar, nulis, dan nyanyi. Tapi sayang, skill n bakat Ku
nihil. Jelas semua jadi gak bisa dilakukan dengan baik. Alhasil Aku pun
menghentikan semua hobby Ku, kecuali untuk komsumsi pribadi, biar gak
ada yang liat dan ngejek karya Ku. Untuk mengisi waktu luang, terpaksa
Ku kerjakan hobby yang tidak memerlukan bakat dan keterampilan. Tidur n
Dengkur forever dirumah. Atau menghayal yang asik (tapi gak yang jorok).
Habis gimana lagi coba, memang sich bisa ke warnet. Tapi itu juga
kadang-kadang. Kenapa? Karena ternyata masalah Ku gak Cuma yang
kusebutin tadi. Sudah gak punya Skill n Bakat ada lagi masalah yang
sangat fatal yang menimpa. Mau tau, coba tebak dulu!! Apa Cakep. Salah,
bukan cakep!! Memang sich kata Bunda Aku anak laki-lakinya yang paling
cakep. Dan lagi cakepkan bukan hal yang merugikan. Ya sudah Ku beri
tau, selain hal yang Ku sebutkan tadi, masalah fatal yang menerpa biduk
kehidupan (wuih!!! Istilah apaan tuh) Ku adalah masalah Keuangan.
Siapapun kalo mau hidup harus punya uang, itu yang Ku tau. Dan aku tidak
terlalu punya banyak uang. Maklum aku lahir dari keluarga yang
berstatus ekonomi standart. Jadi Cuma cukup untuk memenuhi kebutuhan
primer. Jadi gak bisa nongkrong seharian di warnet. Untung aja di kampus
ada warnetnya, memang gak gratis. Tapi setidaknya jauh dari mahal.
Aku adalah orang yang memliki seribu kekurangan tanpa kelebihan. Jadi, sebenarnya Aku bukan siapa-siapa. Hanya lah seorang yang berusaha berarti, dan dapat memberikan sesuatu yang berarti sebelum Aku mati.
No comments:
Post a Comment