Thursday, March 21, 2013

Bom untuk siapa??

Reformasi telah lama berlalu, namun efek positifnya hanya sedikit terasa, khususnya bagi kaum menengah kebawah.  Bukankah reformasi merupakan gerakan yang dilakukan untuk mengaubah tatanan kehidupan bangsa yang kata saat itu bobrok agar kembali tujuan awal bangsa kita yang mengutamakan kesejahteraan rakyat. Terlihat masih banyak jerit tangis kesedihan dari anak-anak bangsa, mulai dari kelaparan sampai dengan yang ingin bersekolah namun tidak mampu.  Walaupun orang tua mereka telah berusaha semaksimal mungkin untuk memenuhinya, dengan mengorbankan kepala, tangan, kaki juga pikirannya, mengorbankan tenaga, bahkan nyawa mereka.  Namun semua sia-sia, dan hanya menjadi percuma, karena nasib masih belum memihak mereka.  Dan berakhir sudah impian dari anak-anak bangsa untuk mengejar cita-cita mereka, karena berakhirnya sokongan dari bapak mereka.  Dan terciptalah sebuah generasi yang bodah dan akan terus menjadi korban kemiskinan untuk generasi selanjutnya.

Ditengah kesulitan dari rakyak untuk memenuhi kebutuhan ekonominya, ditengah kepiluan anak bangsa yang kelaparan dan putus sekolah, sebagian dari kita justru memberikan tambahan penderitaan kepada bangsanya sendiri.  Mereka dengan gagahnya telah menyumbangkan tambahan kesengsaraan bagi bangsa kita yang memang sudah sengsara dengan bom-bom dan teror-teror.  Korbanpun berjatuhan, baik yang luka-luka ataupun meninggal dunia.  Mereka berdalih inilah jihad, ini cara menuju syurga, dan inilah cara membalaskan dendam atas kekejian dari kaum kafir (Amerika dan sekutunya) yang telah melakukan tindakan diluar batas-batas kemanusia terhadap umat Muslim di Irak, Afganistan, Palestina, dan dinegara Muslim lainnya.  Kita tau, dan semua mengutuk kekejian mereka dan perasaan ingin membalaskan sakit hati dari saudara-saudara kitapun ada.  

Namun apa mereka tidak tau, kekejian itu tidak terjadi disini. Walaupun dulu bangsa kita pernah mengalami konflik.  Tapi bukankah sudah berakhir, dan sudah seharusnya kita saling memaafkan bukannya melakukan tindakan yang dapat memicu kejadian tersebut muncul kembali.  Karena tindakan yang teror yang mereka lakukan akan menimbulkan dendam dari saudara kita sendiri. Dan warga asing yang sebelumnya mengutuk kekejian mereka pada saudara-saudara, justru berbalik mengutuk kita karena membunuh saudara-saudara mereka.  Kenapa? Karena mereka yang kesini umumnya beranggapan bahwa Indonesia adalah negara yang menjunjung tinggi kemanusian serta toleransi, selain itu mereka yang kesini adalah mereka yang percaya bahwa Islam bukan teroris.  Jika mereka percaya anggapan Islam itu teroris sudah pasti mereka tidak mungkin berani kesini.  Karena mereka pastilah tau, bahwa Indonesia mayoritas penduduknya beragama Islam.  Kita ledakan itu terjadi, maka semakin lunturlah kepercayaan orang kepada bangsa kita. Dan pemimpin negara dari korbanpun pasti akan mengutuk dan berang atas kejadian yang melukai dan membunuh warganya, ini semakin membuat Amerika semakin mudah untuk menghasut mereka agar turut membantai saudara kita disana.  Bila ini terjadi maka semakin sengsaralah saudara kita disana, lalu apa gunanya aksi-aksi bom bunuh diri.  Bila dampaknya tidak langsungnya semakin membuat saudara kita yang disana menderita, dan saudara kita yang disini  terkena dampaknya secara langsung, karena tempat usaha mereka terpaksa merugu karena sepinya pengunjung di daerah wisata akibat rasa trauma dan takut menjadi korban selanjutnya.  Maka semakin banyaklah tercipta generasi yang bodoh dan akan terus menjadi korban kemiskinan untuk generasi selanjutnya.

Bila ingin membalas saudara kita yang d Palestina, kenapa tidak pergi ke kesana.

No comments:

Post a Comment