Reformasi
telah lama berlalu, namun efek positifnya hanya sedikit terasa, khususnya bagi
kaum menengah kebawah. Bukankah
reformasi merupakan gerakan yang dilakukan untuk mengaubah tatanan kehidupan
bangsa yang kata saat itu bobrok agar kembali tujuan awal bangsa kita yang
mengutamakan kesejahteraan rakyat. Terlihat masih banyak jerit tangis kesedihan
dari anak-anak bangsa, mulai dari kelaparan sampai dengan yang ingin bersekolah
namun tidak mampu. Walaupun orang tua
mereka telah berusaha semaksimal mungkin untuk memenuhinya, dengan mengorbankan
kepala, tangan, kaki juga pikirannya, mengorbankan tenaga, bahkan nyawa
mereka. Namun semua sia-sia, dan hanya
menjadi percuma, karena nasib masih belum memihak mereka. Dan berakhir sudah impian dari anak-anak
bangsa untuk mengejar cita-cita mereka, karena berakhirnya sokongan dari bapak
mereka. Dan terciptalah sebuah generasi
yang bodah dan akan terus menjadi korban kemiskinan untuk generasi selanjutnya.
Ditengah
kesulitan dari rakyak untuk memenuhi kebutuhan ekonominya, ditengah kepiluan
anak bangsa yang kelaparan dan putus sekolah, sebagian dari kita justru
memberikan tambahan penderitaan kepada bangsanya sendiri. Mereka dengan gagahnya telah menyumbangkan
tambahan kesengsaraan bagi bangsa kita yang memang sudah sengsara dengan
bom-bom dan teror-teror. Korbanpun
berjatuhan, baik yang luka-luka ataupun meninggal dunia. Mereka berdalih inilah jihad, ini cara menuju
syurga, dan inilah cara membalaskan dendam atas kekejian dari kaum kafir
(Amerika dan sekutunya) yang telah melakukan tindakan diluar batas-batas
kemanusia terhadap umat Muslim di Irak, Afganistan, Palestina, dan dinegara
Muslim lainnya. Kita tau, dan semua
mengutuk kekejian mereka dan perasaan ingin membalaskan sakit hati dari saudara-saudara
kitapun ada.
Namun
apa mereka tidak tau, kekejian itu tidak terjadi disini. Walaupun dulu bangsa
kita pernah mengalami konflik. Tapi
bukankah sudah berakhir, dan sudah seharusnya kita saling memaafkan bukannya
melakukan tindakan yang dapat memicu kejadian tersebut muncul kembali. Karena tindakan yang teror yang mereka
lakukan akan menimbulkan dendam dari saudara kita sendiri. Dan warga asing yang
sebelumnya mengutuk kekejian mereka pada saudara-saudara, justru berbalik
mengutuk kita karena membunuh saudara-saudara mereka. Kenapa? Karena mereka yang kesini umumnya
beranggapan bahwa Indonesia adalah negara yang menjunjung tinggi kemanusian
serta toleransi, selain itu mereka yang kesini adalah mereka yang percaya bahwa
Islam bukan teroris. Jika mereka percaya
anggapan Islam itu teroris sudah pasti mereka tidak mungkin berani kesini. Karena mereka pastilah tau, bahwa Indonesia
mayoritas penduduknya beragama Islam.
Kita ledakan itu terjadi, maka semakin lunturlah kepercayaan orang
kepada bangsa kita. Dan pemimpin negara dari korbanpun pasti akan mengutuk dan
berang atas kejadian yang melukai dan membunuh warganya, ini semakin membuat
Amerika semakin mudah untuk menghasut mereka agar turut membantai saudara kita
disana. Bila ini terjadi maka semakin
sengsaralah saudara kita disana, lalu apa gunanya aksi-aksi bom bunuh
diri. Bila dampaknya tidak langsungnya
semakin membuat saudara kita yang disana menderita, dan saudara kita yang
disini terkena dampaknya secara
langsung, karena tempat usaha mereka terpaksa merugu karena sepinya pengunjung
di daerah wisata akibat rasa trauma dan takut menjadi korban selanjutnya. Maka semakin banyaklah tercipta generasi yang
bodoh dan akan terus menjadi korban kemiskinan untuk generasi selanjutnya.
Bila
ingin membalas saudara kita yang d Palestina, kenapa tidak pergi ke kesana.
No comments:
Post a Comment