Gak terasa sdah bulan Maret di tahun
2013, yah inilah bulan dimana aq dilahirkan tepatnya tanggal 27 Maret nanti.
Maret adalah dimana bulan aq memulai awal hidup, dimana pertama kali aq
bernafas dan melihat dunia fana. Maret juga dimana aq memulai start untuk
hidup, untuk menjalani garis takdir yang sudah di tentukan-Nya.
Tapi diantara Maret yang lain, Maret
di tahun 2013 inilah yang paling berkesan. Bukan karena hal yang
membahagiakan,tpi justru karena hal yang sangat mengecewakan. Pada bulan Maret
di tahun inilah terjadi beberapa hal yang membuat goyah dan merubah hidup aq.
Bulan ini dimana aq mendengar perubahan system yang dilakukan pemerintah, yang
berimbas secara langsung pada aq. Serta gagal totalnya rencana yang telah aq
susun 2 tahun yang lalu. Yach, semua kegagalan itu terjadi di bulan ini, bulan
dimana seharusnya menjadi bulan yang menyenangkan justru malah sangat
mengecewakan. (SETANNN!!! , nyumpah dalam hati).
Rencana pemerintah mengganti
kurikulum dengan menghapuskan beberapa mata pelajaran termasuk mata pelajaran
yang aq ajarkan tentu berdampak pada kelangsungan hidup nanti. Karena dengan
begitu maka terancamlah nasib aq sebagai honorer. Tapi sudahlah kalo rezeki toh
gak kemana, apalagi nasib manusiakan di tangan Tuhan. Kalo memang Tuhan maunya
begitu bisa apalagi, syukur-syukur masih diberi napas. Tapi sebenarnya ntuk
masalah kerjaan masih ada harapan, karena mudahan ini hanya sebatas wacana
(walau kayanya sudah di matangkan). Seandai terjadi masih bisa berharapkan dari
kebijakan sekolah, entah di alihkan jadi guru apa nanti. Semua kembali saya
serahkan pada Tuhan.
Masalah kedua adalah rencana masa
depan yang hancur berantakan, ini semua terjadi karena banyak hal-hal
mengejutkan yang menjadi batu halangan. Sehingga rencana yang telah tersusun
dengan matang selama dua tahun bisa hancur berantakan dalam tempo dua minggu.
Perbedaan dan keaadaan membuat semua semakin meruncing dan akhirnya berujung
perpisahan dan menjadi permusuhan. Tapi inipun kembali karena Tuhan yang
menginginkan, karena memang semua sudah di gariskan-Nya.
Hmmm….
Dari tadi koq kayanya dari tulisan aq selalu menyalahkan Tuhan. Ya harus gimana
lagi, bukan garis hidup seseorang orang sudah ditentukan semenjak sebelum dia
dilahirkan. Terus ada yang bilang, bila sebelum lahir Tuhan sudah menyakan apa
kita sanggup hidup dengan takdir demikian. Bila kita berkata sanggup, maka kita
pun dilahirkan. Duch, ternyata aq memang dari rahim sudah oon yach. Kenapa mau
coba punya takdir begini. Ckckckckckc…
Pernahkan juga dengar siraman rohani,
katanya dengan sabar, usaha dan doa semua pasti di kabulkan Tuhan. Ea lah dia
bisa ngomong gitu, dia kan memang digariskan jadi orang kaya nanti. Apa lagi
sekarang dia sudah banyak usaha besar, malah kalo gak salah istri aja sudah dua
(ne baru orang hebat). Pada kalo diliat banyak yang melakukan hal serupa
seperti tapi tetap menderita, malah sampai ada yang mati, kenapa? Karena memang
sudah takdirnya begitu jadi mau bagaimanapun hasilnya ya tetap begitu. Seperti
seorang akator yang memerankan peran, dengan sedikit improvisasi, toh endingnya
harus tetap sesuai dengan naskah. Betul gak??????????

No comments:
Post a Comment