Thursday, March 21, 2013

2013


Gak terasa sdah bulan Maret di tahun 2013, yah inilah bulan dimana aq dilahirkan tepatnya tanggal 27 Maret nanti. Maret adalah dimana bulan aq memulai awal hidup, dimana pertama kali aq bernafas dan melihat dunia fana. Maret juga dimana aq memulai start untuk hidup, untuk menjalani garis takdir yang sudah di tentukan-Nya.

Tapi diantara Maret yang lain, Maret di tahun 2013 inilah yang paling berkesan. Bukan karena hal yang membahagiakan,tpi justru karena hal yang sangat mengecewakan. Pada bulan Maret di tahun inilah terjadi beberapa hal yang membuat goyah dan merubah hidup aq. Bulan ini dimana aq mendengar perubahan system yang dilakukan pemerintah, yang berimbas secara langsung pada aq. Serta gagal totalnya rencana yang telah aq susun 2 tahun yang lalu. Yach, semua kegagalan itu terjadi di bulan ini, bulan dimana seharusnya menjadi bulan yang menyenangkan justru malah sangat mengecewakan. (SETANNN!!! , nyumpah dalam hati).

Rencana pemerintah mengganti kurikulum dengan menghapuskan beberapa mata pelajaran termasuk mata pelajaran yang aq ajarkan tentu berdampak pada kelangsungan hidup nanti. Karena dengan begitu maka terancamlah nasib aq sebagai honorer. Tapi sudahlah kalo rezeki toh gak kemana, apalagi nasib manusiakan di tangan Tuhan. Kalo memang Tuhan maunya begitu bisa apalagi, syukur-syukur masih diberi napas. Tapi sebenarnya ntuk masalah kerjaan masih ada harapan, karena mudahan ini hanya sebatas wacana (walau kayanya sudah di matangkan). Seandai terjadi masih bisa berharapkan dari kebijakan sekolah, entah di alihkan jadi guru apa nanti. Semua kembali saya serahkan pada Tuhan. 

Masalah kedua adalah rencana masa depan yang hancur berantakan, ini semua terjadi karena banyak hal-hal mengejutkan yang menjadi batu halangan. Sehingga rencana yang telah tersusun dengan matang selama dua tahun bisa hancur berantakan dalam tempo dua minggu. Perbedaan dan keaadaan membuat semua semakin meruncing dan akhirnya berujung perpisahan dan menjadi permusuhan. Tapi inipun kembali karena Tuhan yang menginginkan, karena memang semua sudah di gariskan-Nya.

Hmmm…. Dari tadi koq kayanya dari tulisan aq selalu menyalahkan Tuhan. Ya harus gimana lagi, bukan garis hidup seseorang orang sudah ditentukan semenjak sebelum dia dilahirkan. Terus ada yang bilang, bila sebelum lahir Tuhan sudah menyakan apa kita sanggup hidup dengan takdir demikian. Bila kita berkata sanggup, maka kita pun dilahirkan. Duch, ternyata aq memang dari rahim sudah oon yach. Kenapa mau coba punya takdir begini. Ckckckckckc…

Pernahkan juga dengar siraman rohani, katanya dengan sabar, usaha dan doa semua pasti di kabulkan Tuhan. Ea lah dia bisa ngomong gitu, dia kan memang digariskan jadi orang kaya nanti. Apa lagi sekarang dia sudah banyak usaha besar, malah kalo gak salah istri aja sudah dua (ne baru orang hebat). Pada kalo diliat banyak yang melakukan hal serupa seperti tapi tetap menderita, malah sampai ada yang mati, kenapa? Karena memang sudah takdirnya begitu jadi mau bagaimanapun hasilnya ya tetap begitu. Seperti seorang akator yang memerankan peran, dengan sedikit improvisasi, toh endingnya harus tetap sesuai dengan naskah. Betul gak??????????

No comments:

Post a Comment